Showing posts with label Suami Istri. Show all posts
Showing posts with label Suami Istri. Show all posts

Thursday, April 7, 2016

Ini 6 Alasan Mengapa Suami Harus Sering Memeluk Istri

Bismillah...

 6 alasan mengapa suami harus sering memeluk Istri :



1. Pelukan itu menyehatkan jiwa dan raga. Makin sering anda peluk, makin sehat pasangan anda.
2. Pelukan itu membahagiakan hati dan perasaan. Makin sering anda peluk, makin bahagia pasangan anda.
3. Pelukan itu menjernihkan akal dan pikiran. Makin sering anda peluk, makin bening pikiran pasangan anda.
4. Pelukan itu meredakan ketegangan dan kemarahan. Makin sering anda peluk, makin damai pasangan anda.
5. Pelukan itu melenyapkan kekhawatiran dan ketakutan. Makin sering anda peluk, makin tenang pasangan anda.
6. Pelukan itu menjaga keamanan pasangan. Makin sering anda peluk, makin aman pasangan anda. Bagaimana bisa?
# Pasangan anda tidak bisa lari kemana-mana jika selalu anda peluk .
# Tidak ada yang bisa mencuri pasangan anda jika selalu anda peluk.
Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah.

semoga ALLAH Subhanahu Wata'ala membalas sekecil apapun amal baik sahabat semua nya...
.
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..

Silakan Klik Bagikan... :)

Friday, March 25, 2016

Mengapa Istri Tak Boleh Menolak Ajakan Suami Untuk Bercinta? Berikut Penjelasannya



“Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang lalu tidak dituruti, hingga sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya niscaya para malaikat melaknati dirinya sampai Shubuh,” (Muttafaq ‘Alaih dari hadits abu Hurairah).

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke ranjang lalu sang istri enggan memenuhi panggilannya melainkan yang di atas langit (Allah Ta’ala) marah kepadanya sampai suaminya ridha kepadanya,” (HR.Muslim).

Baca Juga : Bagaimana Hukumnya Dalam Islam Jika Suami Menolak Bercinta Saat Istri Berhasrat Ingin Bersenggama?

Saat ini, DUNIA medis modern merinci bahwa ada perbedaan mendasar antara kebutuhan biologis antara laki-laki dan perempuan. 1500 tahun yang lalu, Islam sudah terlebih dahulu menjelaskan ini secara teramat sederhana dan gamblang.

Perbedaan seksualitas pria dan wanita dari segi medis

Dorongan seksual wanita cenderung berhubungan dengan siklus haid, sedangkan dorongan pria cukup konstan. Hormon testosteron lah yang merupakan faktor utama dalam menstimulasi dorongan seksual pada pria, sedangkan wanita lebih banyak distimulasi oleh sentuhan dan kata-kata romantis. Ia lebih tertarik dengan kepribadian seorang pria.

Sementara para pria tertarik dari apa yang dilihatnya. Pria tidak membeda-bedakan kepada siapa ia tertarik secara fisik dan tidak membutuhkan banyak waktu pemanasan untuk melakukan hubungan seks. Tetapi, wanita sering kali membutuhkan waktu berjam-jam persiapan emosional dan mental.

Itu sebabnya, seorang suami dianjurkan untuk pulang menemui istrinya jika di perjalanan atau di luar rumah, ia menemukan “sesuatu yang ia lihat begitu menggoda.” Ini tentu untuk menjauhkan seorang suami dari perbuatan zina.

Sedangkan pada wanita polanya lebih cenderung dimulai pada ikatan emosional, saling sayang dan peduli. Setelah mereka merasakan hal itu, barulah kemudian muncul gairah dan ketertarikan akan seks.

Saking pentingnya memenuhi panggilan suami ini, seorang bahkan harus meninggalkan semua pekerjaannya saat itu ketika suaminya membutuhkan dirinya. Meskipun kondisi sedang haidh, sebab memenuhi panggilan suami ke ranjang tidak mesti melayaninya berjima’, namun boleh juga hanya untuk bersenang-senang, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul kita Muhammad.

Rasulullah bersama istrinya disaat haidh, beliau menutup kemaluan istrinya dengan secarik kain lalu bersenang-senang dengan istrinya.

Dan tentu syariat Islam juga memberikan keringanan kepada seorang istri jika benar-benar memiliki alasan yang syar’i untuk menolak dengan “halus” ajakan suami, seperti ketika berpuasa Ramadhan atau mengqadhanya, saat ihram atau mungkin istri sedang sakit, atau kelelahan yang membuat tidak mampu melayaninya. Faktor terpenting adalah komunikasi yang sehat dengan suami dalam hal ini.

Untuk itulah bila sampai terjadi penolakan sang istri memenuhi panggilan ranjang suaminya maka itu adalah satu kemaksiatan yang nyata dan sangat berbahaya bagi keselamatan dirinya. Sebab kemarahan suami mengakibatkan kemurkaan Allah Ta’ala dan pelaknatan para malaikat terhadap sang istri.

[via redaksimuslimah]