“Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut korma.”(HR At-Tirmidzi)
Hafshah saat ditanya,“Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah SAW?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah Rasulullah SAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi 4 lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”(HR At-Tirmidzi)
.
Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah SAW mengatakan, “Apa yg engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yg biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat 4. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah SAW membalas, “Kembalikan kpda asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.”(HR At-Tirmidzi)
.
Cerita ttg tempat tidur Rasulullah SAW pernah menyebabkan Umar bin Khatab menangis.
.
Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah SAW. Umar mendapati Rasulullah sdg berbaring di atas tikar yg sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantalkan pelepah kurma yg keras.
“Aku ucapkan salam kepadanya & duduk di dekatnya. Aku tdk sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab
.
Rasulullah yg mulia pun sampai bertanya kpd Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?" .
“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yg aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra & Kaisar duduk di singgasana emas & berbantalkan sutera".
.
Lalu Nabi SAW berkata, "Mereka telah menyegerakan kesenangannya skrg jg; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yg menangguhkan kesenangan kita utk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dgn dunia seperti orang yang bepergian pd musim panas.Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat & meninggalkannya," ujar Rasul SAW.
.
Semoga ini bisa menjadi cerminan buat kita semua
.
from alkareemproject
*foto: Replika (3D) keadaan rumah Rasulullah SAW dibuat berdasarkan hadist.
Tuesday, April 12, 2016
Saturday, April 9, 2016
Perhatikan Penggunaan Kata "Insyaa Allah" di Kehidupan Kita Sehari-Hari
#Assalamualaikum
Penggunaan Kata "Insyaa Allah" Untuk 3 Fungsi yang Benar, dan 1 Fungsi yang Salah:
1. 3 FUNGSI YANG BENAR.
A. untuk menekankan sebuah kepastian. Sebagaimana sabda Nabi dalam do'a ziarah qubur (Dan Kami insyaa Allah akan menyusul kalian wahai penghuni kuburan).
Dan tentunya kita semua pasti meninggal.
B. Untuk menyatakan usaha atau kesungguhan,
akan tetapi keberhasilan pelaksanaannya di tangan Allah,
contoh.,
"Bulan depan saya akan umroh insyaa Allah"
"Insyaa Allah tahun ini saya lulus ujian (tapi dibarengi dgn usaha dan kesungguhan untuk bisa lulus, dengan belajar dan sbgainya)
C. Karena ada keraguan, akan tetapi masih ada keinginan.
2. 1 FUNGSI YANG SALAH.
Kadang digunakan Sebagai senjata untuk melarikan diri atau untuk menolak.
seperti perkataan seseorang tatkala diundang ke sebuah acara,lantas dalam hatinya ia tidak mau hadir,
maka iapun berkata,
"Insyaa Allah"
Atau tatkala diminta bantuan lantas ia tidak berkenan,
maka dengan mudah ia berlindung di balik kata
"Insyaa Allah"
Inilah fenomena yang menyedihkan tatkala perkataan "Insyaa Allah"
yang seharusnya untuk menyatakan kesungguhan malah digunakan untuk menolak.
Allaahu a'lam
Penggunaan Kata "Insyaa Allah" Untuk 3 Fungsi yang Benar, dan 1 Fungsi yang Salah:
1. 3 FUNGSI YANG BENAR.
A. untuk menekankan sebuah kepastian. Sebagaimana sabda Nabi dalam do'a ziarah qubur (Dan Kami insyaa Allah akan menyusul kalian wahai penghuni kuburan).
Dan tentunya kita semua pasti meninggal.
B. Untuk menyatakan usaha atau kesungguhan,
akan tetapi keberhasilan pelaksanaannya di tangan Allah,
contoh.,
"Bulan depan saya akan umroh insyaa Allah"
"Insyaa Allah tahun ini saya lulus ujian (tapi dibarengi dgn usaha dan kesungguhan untuk bisa lulus, dengan belajar dan sbgainya)
C. Karena ada keraguan, akan tetapi masih ada keinginan.
2. 1 FUNGSI YANG SALAH.
Kadang digunakan Sebagai senjata untuk melarikan diri atau untuk menolak.
seperti perkataan seseorang tatkala diundang ke sebuah acara,lantas dalam hatinya ia tidak mau hadir,
maka iapun berkata,
"Insyaa Allah"
Atau tatkala diminta bantuan lantas ia tidak berkenan,
maka dengan mudah ia berlindung di balik kata
"Insyaa Allah"
Inilah fenomena yang menyedihkan tatkala perkataan "Insyaa Allah"
yang seharusnya untuk menyatakan kesungguhan malah digunakan untuk menolak.
Allaahu a'lam
Friday, April 8, 2016
REZEKIMU SEMPIT ? Salah Satunya Bisa Jadi Ini Penyebabnya
REZEKIMU SEMPIT?
Dalam sebuah obrolan, ada seorang bapak-bapak setengah abad yang bertanya pada saya.
"Mas, saya ini masih punya ibu, yang sudah sangat tua. Beliau sering sakit2an. Saya sering menangis pada Alloh ketika sholat malam, saya sangat ingin berbakti kepada beliau. Ingin rasanya ikut meringankan beban hidupnya, sekedar untuk makan dan berobat."
"Lah, tinggal ngasih aja khan pak. Apa masalahnya?" Tanya saya heran.
"Masalahnya mas, saya di usia yang semakin tua, bukan kehidupan tambah enak, tapi sekarang saya malah memiliki banyak utang. Anak semakin besar malah tambah keperluan. Pengeluaran tidak terduga seperti ngantri tidak ada habisnya. Akhirnya selalu saja gaji saya habis untuk keperluan-keperluan. Bagaimana saya bisa membantu orang tua? Bahkan, orang tua menawarkan tanahnya untuk dijual, agar saya bisa melunasi utang saya. Saya butuh, tapi malu untuk menerima tawaran itu."
"Sudah jelas pak, kenapa rezeki bapak serba sempit, sulit, dan sedikit." Kata saya kemudian.
"Jelas gimana mas? Seandainya saya ada sedikit saja kelapangan, maka saya akan serahkan semua kepada ibu saya. Tapi ini benar2 ga ada sisa sama sekali. Saya tabungan juga ga punya. Bagaimana saya bisa membantu?" Tanya bapak ini heran.
"Semakin terang benderang pak, Bapak bisa sulit seperti ini karena bapak berpikir, kalau bapak "ada sisa" maka sisa inilah yang akan bapak berikan ke orang tua. Jadi jelas saja, karena bapak berpikir seperti itu, maka tidak heran rizqi bapak juga sisa."
"Maksudnya gimana mas? Saya ga paham."
"Begini pak, Bapak berpikir karena kondisi bapak sekarang sedang sulit, maka bapak tidak mampu bersedekah kepada orang tua.
Padahal, jika saja bapak memahami, bapak tidak mau bersedekah pada orang tua inilah yang menyebabkan rizqi bapak jadi sempit. Bahasa mudahnya: Bukan karena kesulitan kita tidak mampu bersedekah, tetapi karena tidak mau bersedekahlah yang menyebabkan hidup kita sulit." Kata saya menjelaskan
"Kenapa bisa begitu?"
"Hanya anak yang berbakti yang mengutamakan orang tuanya diatas kepentingan siapapun, terutama karena bapak adalah seorang laki-laki. Ridho Alloh itu bersama dengan ridho orang tua. Mau dapat ridho Alloh, dapatkan ridho orang tua. Mau dicintai Alloh, maka buatlah orang tua cinta pada kita. Mau dilonggarkan rizqinya oleh Alloh, maka longgarkan rizqi orang tua. Rumus yang sederhana, pak."
"Iya, saya mengerti. Apa yang harus saya lakukan?"
"Ketika bapak terima gaji, langsung ambil sebagian untuk kepentingan orang tua, dan sisanya baru untuk bapak dan keluarga."
"Kalau tidak cukup untuk kebutuhan keluarga bagaimana? Selama ini saja jelas tidak cukup."
"Jika mencukupkan rizqi orang tua, maka jangan khawatir pak, Alloh yang akan mencukupkan rizqi bapak. Apa bapak ragu dengan janji Alloh?"
"Tidak, mas. Jadi, saya ambil dulu untuk orang tua, baru sisanya untuk keluarga?"
"Ya, karena dengan mengutamakan orang tua, maka Alloh akan mengutamakan bapak didunia dan diakhirat."
"Terima kasih, mas. Saya baru menyadarinya sekarang."
=====================================
Jika kisah ini bermanfaat, sebagai peringatan diri sendiri dan jika anda ingin agar setiap anak didunia ini berbuat baik dengan mengutamakan kedua orang tuanya, silakan LIKE & SHARE status ini.
Semoga Bermanfaat
#PengusahaSyariah
Dalam sebuah obrolan, ada seorang bapak-bapak setengah abad yang bertanya pada saya.
"Mas, saya ini masih punya ibu, yang sudah sangat tua. Beliau sering sakit2an. Saya sering menangis pada Alloh ketika sholat malam, saya sangat ingin berbakti kepada beliau. Ingin rasanya ikut meringankan beban hidupnya, sekedar untuk makan dan berobat."
"Lah, tinggal ngasih aja khan pak. Apa masalahnya?" Tanya saya heran.
"Masalahnya mas, saya di usia yang semakin tua, bukan kehidupan tambah enak, tapi sekarang saya malah memiliki banyak utang. Anak semakin besar malah tambah keperluan. Pengeluaran tidak terduga seperti ngantri tidak ada habisnya. Akhirnya selalu saja gaji saya habis untuk keperluan-keperluan. Bagaimana saya bisa membantu orang tua? Bahkan, orang tua menawarkan tanahnya untuk dijual, agar saya bisa melunasi utang saya. Saya butuh, tapi malu untuk menerima tawaran itu."
"Sudah jelas pak, kenapa rezeki bapak serba sempit, sulit, dan sedikit." Kata saya kemudian.
"Jelas gimana mas? Seandainya saya ada sedikit saja kelapangan, maka saya akan serahkan semua kepada ibu saya. Tapi ini benar2 ga ada sisa sama sekali. Saya tabungan juga ga punya. Bagaimana saya bisa membantu?" Tanya bapak ini heran.
"Semakin terang benderang pak, Bapak bisa sulit seperti ini karena bapak berpikir, kalau bapak "ada sisa" maka sisa inilah yang akan bapak berikan ke orang tua. Jadi jelas saja, karena bapak berpikir seperti itu, maka tidak heran rizqi bapak juga sisa."
"Maksudnya gimana mas? Saya ga paham."
"Begini pak, Bapak berpikir karena kondisi bapak sekarang sedang sulit, maka bapak tidak mampu bersedekah kepada orang tua.
Padahal, jika saja bapak memahami, bapak tidak mau bersedekah pada orang tua inilah yang menyebabkan rizqi bapak jadi sempit. Bahasa mudahnya: Bukan karena kesulitan kita tidak mampu bersedekah, tetapi karena tidak mau bersedekahlah yang menyebabkan hidup kita sulit." Kata saya menjelaskan
"Kenapa bisa begitu?"
"Hanya anak yang berbakti yang mengutamakan orang tuanya diatas kepentingan siapapun, terutama karena bapak adalah seorang laki-laki. Ridho Alloh itu bersama dengan ridho orang tua. Mau dapat ridho Alloh, dapatkan ridho orang tua. Mau dicintai Alloh, maka buatlah orang tua cinta pada kita. Mau dilonggarkan rizqinya oleh Alloh, maka longgarkan rizqi orang tua. Rumus yang sederhana, pak."
"Iya, saya mengerti. Apa yang harus saya lakukan?"
"Ketika bapak terima gaji, langsung ambil sebagian untuk kepentingan orang tua, dan sisanya baru untuk bapak dan keluarga."
"Kalau tidak cukup untuk kebutuhan keluarga bagaimana? Selama ini saja jelas tidak cukup."
"Jika mencukupkan rizqi orang tua, maka jangan khawatir pak, Alloh yang akan mencukupkan rizqi bapak. Apa bapak ragu dengan janji Alloh?"
"Tidak, mas. Jadi, saya ambil dulu untuk orang tua, baru sisanya untuk keluarga?"
"Ya, karena dengan mengutamakan orang tua, maka Alloh akan mengutamakan bapak didunia dan diakhirat."
"Terima kasih, mas. Saya baru menyadarinya sekarang."
=====================================
Jika kisah ini bermanfaat, sebagai peringatan diri sendiri dan jika anda ingin agar setiap anak didunia ini berbuat baik dengan mengutamakan kedua orang tuanya, silakan LIKE & SHARE status ini.
Semoga Bermanfaat
#PengusahaSyariah
Inilah Tempat Pertama Kali Wahyu Diturunkan oleh ALLAH Melalui Malaikat Jibril
Inilah tempat pertama kali wahyu diturunkan oleh ALLAH.
YA ALLAH, JADIKANLAH MEREKA YANG LIKE dan MEMBAGIKAN GAMBAR INI SERTA BERKOMENTAR AAMIIN DAPAT BERKUNJUNG KE GUA HIRO.
YA ALLAH, JADIKANLAH MEREKA YANG LIKE dan MEMBAGIKAN GAMBAR INI SERTA BERKOMENTAR AAMIIN DAPAT BERKUNJUNG KE GUA HIRO.
Renungan Nasehat Kubur... Silakan Like & SHARE !
NASEHAT KUBUR:
1. Aku adalah tempat paling gelap maka terangilah aku dgn tahajjud.
2. Aku adalah tempat yg paling sempit maka luaskanlah aku dgn silaturahmi.
3. Aku adalah tempat yg paling sepi maka ramaikanlah aku dgn perbanyak baca Al-Quran.
4. Aku adalah tempatnya Munkar dan nakir bertanya, maka persiapkanlah jawabanmu dengan perbanyak mengucap kalimat "Laa ilaaha Illallaah"
.
Jika menurut sahabat tausyah ini ada manfaatnya, Silahkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada... Aamiin ya Rabbal’alaamiin...
Pantaskah Lelaki Seperti Ini untuk Menjadi Suamimu ?!
Ketika tali sepatu istrinya lepas maka ia yang mengikatnya, ketika ditanyakan kenapa engkau tidak membiarkan aku saja yang mengikatnya?
Maka suaminya pun menjawab: Engkau adalah harga diriku dan aku tidak akan biarkan engkau merunduk kebawah
Istrinya tertunduk haru, aku takut jika tanganmu menyentuh kakiku, engkau akan kehilangan kewibawaan.?
Suaminya menjawab:
Wibawa suami terletak pada Istrinya, jika istri takut kepada Allah, diluar dan didalam rumah, maka ia telah menjaga wibawa suaminya.
Apakah engkau tidak takut hina atau dihina teman-temanmu?
tanya si istri.
Suaminya menjawab:
Karena engkau adalah wasiat Nabiku Muhammad salallahu 'alaihi wasalam, hendaknya kalian takut dalam urusan perempuan....., dan sebaik-baiknya manusia adalah yang baik terhadap keluarganya........"
Maka aku sangat berharap dengan menyayangimu, bisa menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia.
Masya' Allah.....
Subhanallah, bukan!?
Suami seperti ini... Wanita mana yang tidak mendambakan seorang yang menyayanginya sepenuh hati dengan kasih sayang penuh islami.???
_________
Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua....
Maka suaminya pun menjawab: Engkau adalah harga diriku dan aku tidak akan biarkan engkau merunduk kebawah
Istrinya tertunduk haru, aku takut jika tanganmu menyentuh kakiku, engkau akan kehilangan kewibawaan.?
Suaminya menjawab:
Wibawa suami terletak pada Istrinya, jika istri takut kepada Allah, diluar dan didalam rumah, maka ia telah menjaga wibawa suaminya.
Apakah engkau tidak takut hina atau dihina teman-temanmu?
tanya si istri.
Suaminya menjawab:
Karena engkau adalah wasiat Nabiku Muhammad salallahu 'alaihi wasalam, hendaknya kalian takut dalam urusan perempuan....., dan sebaik-baiknya manusia adalah yang baik terhadap keluarganya........"
Maka aku sangat berharap dengan menyayangimu, bisa menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia.
Masya' Allah.....
Subhanallah, bukan!?
Suami seperti ini... Wanita mana yang tidak mendambakan seorang yang menyayanginya sepenuh hati dengan kasih sayang penuh islami.???
_________
Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua....
HATI-HATI.... SEMOGA TIDAK TERJADI PADA TEMAN2 SEKALIAN...
HATI-HATI....
SEMOGA TIDAK TERJADI PADA TEMAN2 SEKALIAN...
Secara kebetulan Sabtu sore kemarin Saya masuk salah satu mall di Kelapa Gading. Ketika mengantri lift didepan saya ada seorang ibu² dengan dandanan mewah membawa tas bermerk tiba² berteriak histeris:
"Dompetku hilang..! dompetku hilang" sambil ngobrak-abrik tas
mewahnya...
Sontak saja semua orang melihat dan posisi saya ada dibelakangnya tiba-tiba ibu itu berkata sambil menunjuk-nunjuk wajah saya.
"Kamu ya yang ambil dompet saya! Ayo ngaku!" saya bingung dan panik karena semua orang mulai mendekat...
Beruntung security sigap menengahi, kami dibawa ke ruangannya dan ibu itu tetap menuduh saya telah mencuri dompetnya, dan saya bersikeras mengatakan tidak tahu menahu soal dompet itu karena memang kebetulan saja saya berjalan di belakang ibu itu.
Setelah beberapa saat dia memaki saya tiba-tiba tukang parkir datang dengan membawa sebuah dompet dan kunci mobil dan berkata "Bu, ini dompet sama kunci ibu ketinggalan di kap mobil ibu".
Sontak semua orang diam dan ibu itu tertegun agak lama...
Security menasihatinya agar jangan gegabah menuduh orang. Akhirnya ibu tersebut minta maaf dan sebagai tanda permintaan maafnya, ibu tersebut mau memberikan sejumlah uang kepada saya.
Saya menolaknya dgn halus karna bagi saya itu hanya kesalahpahaman saja. Namun ibu itu terus memaksa saya agar mau menerimanya dengan tambahan uang yang terus dilipat nilainya. Mulai dari Rp1.000.000 sampai Rp5.000.000 saya masih tolak. Namun ibu itu terus menambah jumlah yang ingin ia berikan kepada saya dengan sedikit memohon untuk saya bisa menerimanya.
Daripada masalah tambah panjang akhirnya dengan sangat terpaksa saya menerima uang pemberiannya sejumlah Rp50.000.000.
Tiba-tiba istri saya yang tidak tahu datangnya dari mana berkata sambil menepuk-nepuk saya.
"Pa bangun... Siap-siap sholat Ashar...
#IntermezzoHariIni
Subscribe to:
Posts (Atom)







